Saturday, June 3, 2023

Skincare Journey Part 2

Aku mau melanjutkan ceritaku tentang skincare journey. Oiya kulitku ini tipenya normal tapi cenderung berminyak, tidak sensitif, dan tidak acne-prone skin jadi untuk merawatnya cenderung mudah.

Setelah pada Skincare Journey Part 1, aku bercerita tentang berjuang untuk meminimalisir jerawat, pada Skincare Journey Part 2 aku mau bercerita tentang berkenalan dengan skincare OTC dan berdamai dengan sunscreen.

Pas aku awal kerja, aku tergiur untuk coba skincare Some By Mi karena sepupuku. Doi itu mukanya glowing bangedh, katanya dia pakai rangkaian SBM "Yuja Niacin". Awalnya, aku juga tertarik untuk beli yang rangkaian Yuja Niacin, tapi pas cek sosmed SBM aku lebih tertarik untuk coba rangkaian SBM "Snail Truecica". Aku memutuskan untuk beli versi share in jar SBM Snail dan setelah merasa cocok, aku beli yang full bottle serum dan toner, untuk sleeping mask aku beli SBM "Yuja Niacin Sleeping Mask". Untuk sabun cuci muka aku masih belum move on dari Aquila "Sabun Bulus", krim pagi aku minta krim "HNI" punya ibuku. Aku juga pakai sunscreen wardah, karena murce tapi pliket banget.

Setelah 4 bulanan pakai rangkaian Some By Mi + Aquila + Wardah, aku merasa mukaku lebih cerah. Bekas jerawat benar-benar tersamarkan sisa bopeng-bopeng sedikit, sayangnya muncul masalah baru yaitu jerawat nasi dan minyak berlebih. 

Aku memutuskan untuk coba merek skincare yang banyak dijual di e-commerce atau toko-toko dan enggak fokus untuk pakai satu set rangkaian. Facial wash aku coba COSRX Good Morning cleanser dan toner The Aubree Calendula. Untuk serum aku pakai tiga sekaligus yaitu The Aubree Brightening, The Aubree Ginger Renewal, dan Somethinc Sabi White. Untuk pelembap aku pakai Moriganic Hydro Cream. Aku senang sekali karena semua produk ini working good di mukaku..

Sebenernya yang paling jadi hero untuk mukaku adalah sunscreen. Yes. aku enggak bohong. Pada part sebelumnya aku sangat benci sunscreen karena, pliket, berminyak, dan bikin tumbuh jerawat nasi. Setelah aku menemukan sunscreen yang pas aku jadi cinta banget sama sunscreen. 

Sunscreen yang aku pakai dari Garnier UV Light Complete rekomendasi dari @kinans.review. Teksturnya cair, ringan, enggak pliket, dan gampang diset pakai bedak tabur. Meskipun wajahku tetap berminyak tapi enggak seberminyak saat pakai sunscreen wardah dan jerawat nasi sudah tidak muncul-muncul lagi. Sayangnya sunscreen ini agak perih kalau kena mata, kalau keringetan cukup dilap pake tisu pelan-pelan.

Jadi, jangan skip sunscreen yaa gais.

will continue on skincare journey part 3 :)

#skincarejourneypart2

Monday, September 13, 2021

Skincare Journey Part 1

Sekarang ini aku lagi mulai rutinitas baru yaitu rajin pakai produk skincare, dalam rangka mencintai diri sendiri. Aku pribadi dari jaman SD udah kepo sama skincare dan mudah tergiur sama iklan skincare yang sliweran di tv, kemudian berakhir dengan muka jerawatan karena nyobain beraneka macam produk tersebut.

Pertama kali aku pakai skincare dengan rutin dan sampai habis produknya itu saat aku kuliah semester 2. Waktu itu mukaku jerawatan merah-merah, besar, kusam, dan berminyak. Meeeh banget lah. Akhirnya temanku kasih saran untuk cobain skincare buatan kakaknya mereknya "Aquila". Aku cobain Aquila yang acne series komplit (sabun cuci muka, toner, serum, dan krim) setelah tiga bulan aku pakai aquila aku mulai merasa mukaku lumayan mending. Jerawat enggak segede batu dan lebih cepet sembuh. Kulit aku yang kusam juga mulai sedikit cerah. Dalam tahap awal pakai series Aquila komplit ini, aku berazzam sama diri sendiri untuk rutin pakai, tidak tergiur dengan skincare lain, dan sabar.

Berat sih emang, awal pakai toner yang cuka apel aku merasa pedes banget pas bagian jerawat batu. Aku juga enggak terlalu suka sama bau serum acnenya. Terus jerawatku itu enggak langsung sembuh butuh minimal tiga hari untuk bisa kempes. Dalam pikiranku dulu kalau pakai skincare komplit itu dalam sehari muka langsung kinclong, haha.

Setelah jerawat dimukaku sudah lumayan sembuh, aku mulai ganti produk perawatan dari Aquila Acne series ke Aquila Brightening Kojic Series. Rangkaian produk aku pakai yaitu:
- kojic facial wash
- natural toner (cuka apel)
- serum kojic vitamin c
- krim pagi kojic
- krim malam kojic

Aku pakai produk-produk ini rutin selama kurang lebih 6 bulan dan aku merasa perubahan yang menurutku agak signifikan, sayangnya foto before afternya enggak ada. Bekas-bekas jerawat yang hitam di area dagu, jidat, dan bibirku lumayan pudar. Aku juga merasa kalau muka ku jadi tidak terlalu berminyak.

Tapi ternyata temanku bilang kalau kita wajib pakai sunscreen untuk menjaga kulit muka agar tidak gosong. Akhirnya, aku menambahkan sunscreen sebagai salah satu produk wajib dalam set skincare pagi, meskipun aku benci banget pake sunscreen. Rasanya pliket, gerah, dan bikin wajahku jadi gampang berminyak, apalagi diawal pemakaian ada whitecast yang bikin mukaku jadi abu-abu. I hate using sunscreen but I have to do it. 

Manfaat yang aku dapatkan dari aku rajin pake sunscreen adalah wajahku jadi tidak gampang merah kalau terkena panas matahari, sayangnyaa yang tadinya aku hampir selesai dengan masalah jerawat kini aku harus mengulanginya lagi. Yes, sunscreen bikin mukaku jerawatana, dan jerawat yang muncul bukan jerawat batu tapi jerawat kecil-kecil putih mirip nasi yang perih banget.

#skincarejourney #ayopakaiskincare #skincare 

Friday, July 2, 2021

Weirdo Dream; Perkara Hati #1

Perkara hati selalu jadi suatu hal yang menarik.
Enggak ada yang tahu apa isi hati manusia kecuali Allah.
Di mulut bilang A ternyata dalam hati isinya B. Sering begitu.
.
Udah lama gak nulis di blog, dan sekalinya nulis mau nulis perkara hati =). Tujuan aku nulis tentang ini karena ingin mengasihani diri dan menguatkan diri. Aku juga udah yakin kalau blog ini gaada yang baca kecuali aku doang hahaha, jadi yaudah pede aja nulis galaw melow disini.
.
Kegalauan ini bermula gara-gara hari Rabu kemarin aku tidur lagi abis sholat subuh. Dalam tidurku aku mimpi berhasil beli baju Atelier Angelina (AA adalah merek home dress viral dan harus war setiap PO) dan aku pakai baju itu untuk jalan-jalan ke Dufan. Part yang gokil adalah aku jalan ke Dufan sama cowok. Cowok itu adalah gebetanku jaman SMP. 
Perasaanku ke doi sekarang udah b aja, tapi sejyujyurnya sesekali aku masih penasaran dengan kabarnya, jadi intip-intip dikit kalau doi bikin story di ig.

Jujur dimasa smp pun, aku tidak pernah memiliki hubungan khusus dengannya. Nope. Bahkan, kenal dekat dan ngobrol aja enggak pernah. Istilahnya diam-diam suka, cuma noticed doi, karena beliau ini dulu dikenal sebagai cowok pintar, alim, dan kalem. 
.
Gara-gara mimpi yang membagongkan itu, aku jadi kepikiran tentang doi. Hal ini jadi membangkitkan jiwa kepo aku untuk kepoin sosmednya. Hasilnya, aku kembali mengulangi cerita lama...
Penasaran.
Mulai Kepo.
Menemukan sesuatu yang tidak diharapkan.
Menyesal.
Dan berakhir dengan kecewa (again), yaa karena realita tidak sesuai ekspektasi.
.
Sebenernya aku ini rada mengasihani dan ingin menertawakan diri sendiri tentang kisah cintaku yang tidak pernah mulus. 
Selama 26 tahun hidup, dan merasakan cinta monyet selalu berakhir sad ending. Hahahaha.
Emang bener sih lagunya 3 Composers "lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta, jatuh itu sakit".
.
Aku merasa kayaknya dialog Yoon Ahreum di drakor dr.Romantic 2 sedikit menggambarkan situasi aku saat ini.
.
Kan, diawal aku udah bilang, kalau perkara hati itu menarik.
Gaada yang tau isi hati setiap orang kecuali Allah.
.
Semoga perkara di hatiku segera mereda.

Thursday, December 31, 2020

Tim Pak Han


Ke hitz-an drama Startup yang baru aja selesai tayang beberapa minggu lalu masih kerasa. Kalau biasanya hitz dan hypenya drakor hanya dikalangan pecinta drakor (dan kebanyakan ciwi2) drama Startup hitznya sampe keseluruh lapisan masyarakat. Dari selebgram, emak-emak, dokter, psikolog, politikus, sampai financial planner. Para penggemar drama Startup saat ini kebagi jadi dua kubu, yaitu #TimPakHan dan #TimNamDosan. Kalau aku? Tentu aja #TimPakHan.

Jujur,  baru kali ini aku lebih demen sama si second lead. Biasanya sebel banget sama second lead yang bucin ke female lead. Begitu liat karakter Han Jipyeong aku auto demen. Plus, karakter si Pak Han ini digambarin sebagai mas-mas CEO yang tegas, profesional, rendah hati, peka, dan paham banget seluk beluk dunia bisnis. Diceritain juga dalam drama kalau doi udah belajar investasi dari sejak sekolah untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Gak heran di sosmed banyak bermunculan Pak Han sebagai ikon investor muda. Isi feed ig aku pun jadi muka Pak Han semua. 

Tapi menurutku selain investasi dan bisnisnya jago, sisi menarik dari sosok Pak Han adalah kisah uwu beliao dan Haelmonni-nya Dalmi. Ini sih lebih so sweet dari kisah Dalmi-Dosan atau Dalmi-Pak Han. Beneran deh, tempat paling nyaman untuk kembali pulang itu adalah seseorang yang menerima kita disaat kita lagi jatuh dijurang paling dalam. Paling nampol sama kata-kata Haelmonni yang bilang ke Pak Han "carilah aku disaat kamu susah dan gak punya apa-apa". Auto mewek.  

Kalau dulu nonton drama karena nyari kisah sosweet, gumush, dan bikin mewek sampe mata bengep. Sekarang nonton drama Startup karena tertarik sama dunia investasi, bonusnya ada senyum manis Pak Han dengan lesung pipit yang super dalem *meleyot akuuuu. 

Nam Dosan dan gengnya sebenernya juga enggak kalah kok sama Pak Han. Sebagai bocah-bocah alumni IT yang pinter banget dan berambisi punya perusahaan sendiri,  mereka bikin perusahaan rintisan. Dengan modal awal kantor diatas loteng yang luasnya cuma sepetak, sempet dikibulin orang, lalu ikut kompetisi business plan untuk dapat modal, galau dengan masalah pribadi masing-masing, sampai akhirnya sukses. Di episode awal tampilan mereka khas banget mas-mas programming dengan kaos oblong dan kemeja flanel kotak, lalu berubah jadi glowing, ganteng, dan fashionable. 

Cerita dari trio ini yang bikin aku melek bahwa, sebagai manusia kita itu wajib terus berusaha dengan kemampuan yang kita punya untuk capai mimpi, plus jangan nutup mata untuk upgrading ilmu dari siapa aja, bahkan dari orang yang kita gaksuka. 

Banyak istilah dan pengetahuan tentang bisnis dan IT yang baru aku tau dari nonton Startup. Misalnya istilah keyman, masa inkubasi, the  first investor, importance of branding, the Holy Silicon Valley, dan sedikit hal tentang coding. 

Part lain yang paling banget aku inget adalah kata-kata Dalmi pas dia tahu kalau Nam Dosan pakai barang bermerek punya Pak Han biar keliatan keren pas mereka mau ngedate. Dalmi bilang gini, "aku juga sering bersikap sok keren dihadapan orang-orang". Kadang kita emang butuh bersikap sok keren agar kita gak direndahin. Siapa sih yang akan bilang kita keren, kalau gak diri kita sendiri yang ber mindset kalau "KITA ADALAH KEREN!".

Satu lagi, takdir Tuhan itu gapernah salah. Usaha aja terus sampai takdir terbaik dateng ke kita. Meskipun kadang jalannya rada unik, belibet, bikin ragu, nangis terus, dan pengen udahan aja. Yang penting jangan lupa untuk meminta dan berharap. Karena Allah adalah sebaik-baik pembuat takdir.  

Jadi, gimana Ep abis nonton startup? 

1. Mengubah setreotip bahwa second lead male ternyata gak kalah cetar dari first lead. 

2. Gak selamanya drama korea isinya gumush, uwu, sosweet, yang bikin kita pengin imigrasi ke korea biar berjodoh sama oppa-oppa. 

3. Mau glowing?  Ya jadi kaya. Kecuali udah glowing dari lahir. 

4. Mau kaya?  Ya usaha dan keep looking for opportunity. 

5. Tidak salah menjadi sok keren. 

6. Takdir Tuhan enggak pernah salah.

7. Cinta itu enggak tentang kamu dan orang yang kamu sukai aja.  

8. Pokoknya aku #TimPakHan

*foto pak han dari google

Monday, July 20, 2020

Yang suka muncul tiba-tiba

Sesuatu yang tiba-tiba muncul itu sangat menyebalkan.
Ada seseorang yang kalau dia muncul itu aku sebel banget. Yang tadinya gaada tiba-tiba "jreng" muncul sembari narik-narik pantat motor dan ujungnya mintain duit.
Yap.
Dia adalah abang parkir cabutan.
Pas dateng gak ada, pas mau pulang tiba-tiba udah narik-narik pantat motor kita.
Setiap ke indomaret, alfamaret, klinik, jajanan kaki lima, bahkan di taman kotapun bisa muncul abang parkir cabutan.
Ngeselin.
Tadi sore sepulang kerja, aku merasa super bete karena suatu hal yang belum berhasil aku capai.
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk belok sebentar ke Taman Suropati di Menteng. Niatnya sih mau jalan kaki sekitar taman untuk nenangin diri.
Sekitar 10-15 menit aku jalan luntang luntung sembari otakku berpikir kesana-kemari. Terus pas mau pulang dan lagi nyalain motor, tiba-tiba motorku ditarik dan ada di todong uang 3000 sama abang-abang.
Aku sempet denger dia ngobrol sama temennya.
Katanya, kalau dia gak jadi tukang parkir cabutan dia gak bakalan punya duit.
Antara kasihan, tapi jengkel jugak.