Thursday, May 24, 2018

Syukur itu apa (?)

Jadi tadi sore aku disuruh ibu untuk bantuin angkat jemuran di lantai atas. Ketika udah naik ke lantai atas dan selesai angkatin jemuran, aku baru sadar ternyata pemandangan langit sore dirumahku itu cantik, plus angin di lantai atas itu sepoi-sepoi. Makin syahdu lagi karena kedengeran suara ngaji bocah-bocah di musholla. Damai banget.

 Langit yang udah hampir magrib.Sebenernya yang aku liat ga se-sore ini, nanti deh aku poto😄
.
Jadi inget, tadi siang lagi ngerasa sedih karena lagi-lagi aku ditolak sama perusahaan #jobseekerlyfe. Karena aku udah lima bulan lulus dan belum dapet kerjaan, a.k.a pengangguran. Lalu setelah sedih dan meratapi nasib karena gagal diterima kerja, ngerasa tingkat percaya diriku menurun, berpikir kalau Allah itu ga sayang sama aku (#JanganDiContoh!!). Akhirnya aku buka instagram dan baca snapgramnya Mbak Nadhira Arini isinya tentang #SelfCompassion.
.
Yaitu tentang cara menghargai diri sendiri dan bangkit dari kegagalan. Intinya jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kegagalan dan tetap optimis dalam mencapai kesuksesan. Apalagi kayak aku dulu yang pernah nyalah-nyalahin Allah karena kegagalan yang aku alami (Naudzubillah, jangan ditiru yaa). Inti dari tulisan Mbak Dhira serta pemandangan sari lantai jemuranku adalah :
Tentang Kesyukuran.
.
Aku sedikit-sedikit mulai menyadari bahwa dibalik ditolaknya aku oleh beberapa perusahaan, Allah sedang menyiapkan suatu hal yang terbaik untukku. Aku tidak menyadarinya dan dengan belagunya nyalah-nyalahin Allah seakan-akan aku adalah hamba terngenes sedunia dan menafikkan semua nikmat yang telah Allah berikan.
.
Disaat aku sedang dalam keadaan sedih aku melupakan satu hal, yaitu sebuah kesyukuran atas nikmat yang sudah Allah berikan, dibalik kegagalan yang aku terima. Dalam tulisannya Mbak Dhira bilang, based on her true story bahwa dibalik ujian yang sedang Allah berikan akan ada kebaikan dibaliknya jika kita bersyukur. Dan aku melupakan hal tersebut.
.
Kemudian, Mbak Dhira juga bilang dalam #SelfCompassion agar kita semakin menghargai diri sendiri dan meningkatkan kesyukuran kepada Allah. Salah satu caranya adalah dengan menghargai kebaikan kecil yang kita alami, meskipun sekedar nemu duit 5000 dikantong saat kurang bayar di warteg atau Ibu masakin telor dadar pas kita lagi lapar banget.
.
Ketika aku mulai sedikit mempraktekkan #SelfCompassion yang aku rasakan adalah kenyamanan ketika abis ngangkat jemuran dan liat pemadangan sore hari dari atas rumah. Bersyukur karena suasananya enak banget dan bikin adem hati. Alhamdulillah ya Allah.
Setelahnya, aku diajak Ibu ke Musholla untuk bantuin siapin buka puasa, ikutan dapet takjil gratis yang menunya gorengan bakwan dan lontong oncom yang emang aku udah mupeng banget. Ya Allah its true banget, kalau kita bersyukur maka nikmat akan Allah tambah.
.
Jadi, sudahkan aku dan kamu bersyukur hari ini (?)
.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur yawww. Aamin

#IsengFromJOCIS #SharingFromJOCIS 

Wednesday, May 23, 2018

Belajar dari Mba Kia

Alhamdulillah memasuki puasa yang ke seminggu.
.
Mau cerita, jadi tadi sore aku datang ke masjid legendaris di Jakarta. Siapa sih yang ga kenal Masjid Sunda Kelapa? Naah di Masjid Sunda Kelapa ada acara 'Wardah Pop Up Kitchen, senyum kebaikan' dengan bintang tamunya Mba Zaskia Sungkar. Meskipun ketemu doi cuma sekejapan mata doang. Tapi dari doi dapet banyak pelajaran. Ya you know lah doi sedang dalam proses hijrah, dimana dengan hijrahnya doi menginspirasi banyak orang termasuk aku sendiri.
.
Ada satu waktu doi ditanya tentang kenapa bisa hijrah, lalu doi menjawab bahwa datangnya niat hijrah karena doa yang doi panjatkan kepada Allah kalau doi ingin dilembutkan hatinya. Memang bener sih, jika kita berdoa pada Allah ingin didekatkan pada Allah dan mengharapkan ridhoNya untuk mengharapkan akhirat maka akan Allah kabulkan. Allah sangat menyukai hambaNya yang selalu ingin mendekat dan ingat kepadaNya. Mba Kia juga bilang panjatkan doa dan berharaplah pada Allah.
MANTAP DJIWA!


Mba Kia di Pop Up Kitchen
.
Pelajaran dari Mba Kia sore tadi juga matching banget sama postingan aku yang kemarin. Tentang potequenya hati karena gabisa ketemu Mas Thaha. Doaku kepada Allah emang duniawi abis, cuma minta Mas Thaha ke Jakarta atau Bekasi. Iyasih, doaku terkabul dengan doi dateng ke Jakarta, tapi doi gabisa kejangkau. 
.
Pelajaran dari Mba Kia juga pas sama isi ceramah Ustad di Musholla pas tarawih tadi. Intinya adalah Allah bakalan kabulin semua doa baik hambaNya dengan cara yang tepat dan dalam waktu yang ga disangka-sangka. Cara Allah memgabulkan doa setiap hambaNya itu unik dan bikin jatuh cinta. Pernah deh suatu kali, pas lagi interview aku berdoa sama Allah agar aku dipanggil duluan agar pas selesai interview masih bisa sholat ashar di awal waktu. Karena, sekali interview itu enam orang dan lama banget, empat puluh menit ada kali. Saat itu waktu udah nunjukkin jam tiga pas. Deg-degan lah hati princess ini (hahaha geli amat yak?) jangan sampai sholatnya telat (aku selalu gini nih kalo interview, sadar diri. Giliran udah dirumah kebanyakan khilaf. Suka nunda-nunda sholat. Apa aku Interview aja ya tiap saat agar sholatnya selalu ontime (?)). Alhamdulillah, ronde kedua aku yang dipanggil untuk interview dan selesainya pas banget jam 4 kurang lima belas.
.
Jadi nyesel, selama ini kalau berdoa kadang-kadang setengah setengah. Dan asal temen-teman tau ya isi doaku only seputar duniawi aja, ada sih akhiratnya tapi secuil doang. Boro-boro tentang perbaikan hati dan jiwa. Isinya minta rejeki mulu seakan-akan aku selalu tidak merasa cukup dengan rejeki yang Allah berikan. Bahkan, aku jarang mengucapkan syukur dalam doa.
Duuh, hamba macam apa ini.
.
Ternyata berdoa itu ada adabnya, beberapa adab berdoa yiatu : 
1. Mengucapkan syukur dahulu, 
2. Mohon Ampun atas dosa,
3. Memuji Allah dahulu, dan 
4. Memanjatkan doanya dengan segenap jiwa dan raga. 
.
Doa juga akan mustajab jika dipanjatkan pada waktu-waktu  khusus yaitu di sepertiga malam, waktu buka puasa, sehabis sholat, waktu hujan turun (ya Allah padahal kalo hujan turun kadang ga sengaja nyeplos ' yah ujan', 'yah cucian gimana', 'yah basah deh'), diantara azan dan iqamah, hari Jumat setelah shalat ashar hingga adzan magrib.
.
Ayok semangat berdoa dan berharap pada Allah.
.
Satu lagi, Mba Kia bilang kebaikan yang datang padanya itu salah satu faktor utamanya adalah dari doa-doa yang doi panjatkan maupun doa-doa kebaikan dari orang-orang kepadanya.
.
Kabulkan Impian dengan usaha dan doa positif. Gitu kata Mba Kia.
.

#SharingFromJOCIS #CurhatFromJOCIS

Tuesday, May 22, 2018

Berdoa yang Rinci

Suatu sore, aku menerima BC-an dari grup yang beris Qori muda dari Bahrain akan datang ke Indonesia, beliau adalah Muhammad Thaha Al-Junayd. Siapa yang tidak kenal beliau ? Bocah kecil yang suara ngajinya super merdu dan selalu diputar di masjid atau musholla, dan sekarang sudah besar. Sayangnya dari BC-an yang aku dapat beliau hanya ada jadwal di Surabaya.
Sedih ga bisa disamperin karena Surabaya terlalu jauh. Akhirnya aku berdoa biar Mas Thaha juga ke Jakarta atau Bekasi. Ternyata hari ini beliau ada jadwal di Jakarta, dan sayangnya di bagian Jakarta Pusat yang jauh banget dan aku baru tahu pas magribnya. Potequee hati rasanyaa, Allah memang Maha Baik mengabulkan doa hambaNya, sayangnya doaku kurang spesifik hanya menginginkan Mas Thaha ke Jakarta atau Bekasi. Seharusnya aku berdoa dengan rinci agar Mas Thaha datang ke Mushola atau Masjid yang bisa aku jangkau lalu aku dapat bertemu dengan beliau. Akhirnya aku kembali menemui Mas Thaha lagi melalui youtube dan layar laptop lagi.
.
Ya Allah semoga suatu hari nanti aku beneran bisa bertemu dengan Syeikh Muhammad Thaha Al-Junayd.
.
Aamin.
.
Allah always near, no matter.

#CurhatFrom JOCIS

Monday, May 21, 2018

Another Glimpse about 212 Movie (silly part)

Dengan Rahmat Allah yang Maha Kuasa, Akhirnya Evi Hidayani Nur Islami berhasil ikutan nonton 212 Movie pas Gala Premier !!! (yaaayyy)
.
Seneng banget sih, hahaha. Selain bisa nonton duluan dan pamer ke orang-orang, aku juga bisa ketemu langsung sama artis-artisnya (modus 1). Siapa sih yang ga pengin ketemu langsung sama artis yang meranin film yang barusan kita tonton, terlebih sebagai seorang newbie jurnalis semua hal-hal baru pasti dikepoin. Aku mau kasih tau sama kalian, aku ikutan loh konferensi persnya, jadi aku bisa liat seluruh pemain 212 jarak dekat (modus 2). Selanjutnya bisa wawancara langsung sama mereka, untuk artikel dan (modus 3).
.
Awalnya aku pengin banget bisa wawancara Meyda Sefira, karena emang suka smaa Meyda dan bagi aku Meyda itu memotivasi banget. Secara, sibuk jadi artis tapi lancar kuliah S2 dan jadi lulusan terbaik, what a dream come true banget (for me). So, aku pepet terus kak Meyda sampe akhirnya dapat wawancara. Setelah Meyda Sefira sasaran wawancara selanjutnya adalah Hamas Syahid, but he was very hard to reach (modus 4, yang gagal).  Yap, Hamas yang sibuk dan terlalu banyak fans akhirnya ga berhasil ditemuin. Setelah Hamas coret, ku berhasil wawancara Helvy Tiana Rosa, associate produser dan meskipun aku berhasil wawancara beliau tapi sedikit unpleasure karena beliau sibuk jadi wawancaranya kepotong-potong.
                                                            Kru Film dan Pemainnya
.
Target wawancara selanjutnya yaitu mas artis baru yang gondrong. Siapa yak, namanya Adihn kalo gasalah (modus 5). Namun, habis prescon doi ilang akhirnya aku dan temanku keliling nyari yang lain. Berhubung semakin sore semakin banyak penonton dan fans yang dateng dan acaranya meet and greet akhirnya aku dan temanku giveup. Kita ga sanggup untuk melawan para fans yang minta foto. Akhirnya kita mutusin untuk balik, say goodbye to Hamas dan Mas2 Gondrong yang gagal wawancara.
.
Disaat udah hopeless ga bisa wawancara dan udah mau cabut, aku mutusin untuk balik ke studio karena kertas pers lirisnya ilang. Jadi, aku balik lagi dengan nerobos kerumunan orang-orang di studio. And you know what, pas masuk pintu aku ngerasa didorong-dorong orang dari belakang, ternyataa orang yang dorong-dorong aku adalah Hamas Syahid coyy, hahaha langsung aja aku ajak foto tapi sama punggungnya doang (hehehe). Gapapa gadapet muka Hamas, yang penting ada fotonya dan punggungnya lebih cakep. Meskipun aku sendiri pas moto berasa sasaeng fans (fans fanatiknya boyband kpop) dan penguntit. But, Im not that kind of girl like that . I just untuk iseng dan pamer sama temen-temen hehehe. Ternyata di meja kertas pers liris ada Hamas juga disana, dan dibelakangku ada Mas Gondrong juga lagi dikerubutin fans. What a kita memang belum jodoh ternyata.
Punggung Hamas

.
Dibalik kegagalanku mendapatkan foto sama Mas-mas pemain 212, aku justru berhasil untuk mendapatkan foto yang lebih berharga. Yaitu, foto didepan banner film 212 yang ada logo Muslimahdaily.com sebagai media partnernya. Saat itu aku merasa bangga (hahahaha) karena logo MD bisa sejajar sama logo republika, salingsapa, chanel muslim, dakta tv dll. Sekaligus, masuk kedalam kredit movienya. Meskipun logonya ditaroh diakhir dan kecil.

                                                                   Yeah!

#JourneyFromJOCIS #CurhatFromJOCIS

Sunday, May 20, 2018

AM I (?) And A little glimpse about 212 Movie

Alhamdulillah, mau cerita nih,
.
Dari awal poster film 212 rilis, aku udah bertekad pengin banget dikasih kesempatan untuk bisa nonton gala premiernya. Pengiiiin banget, bahkan jika saat itu aku udah dapet kerja ku ingin ijin dan ngerayu-rayu Kak Ros my lovely pemred biar ditugasin liputan. Meskipun ada secuil modusisasi pengin ketemu Meyda Sefira dan Hamasahid. Finally, I got the chance and she sent me to the Gala Premier.
-
Kenapa sih Evi getol pengin nonton? 
Karena sebagai alumni 212 (sombong. Wkakakakak) aku penasaran banget gimana peristiwa aksi yang didasari oleh penistaan agama, sehingga menyebabkan 2 juta orang Indonesia turun ke Monas kalau dijadiin film.
Beneran deh, waktu ikut aksi berasa Jakarta dan Lapangan Monas itu mendadak sempit coy, karena isinya lautan manusia. Pengin lewat aja susah, mau ke toilet antri, kalo udah ngetek tempat dan ditinggal sebentar, dijamin tempat tadi udah ditempatin orang lain. Epic cuy. Apalagi pada saat orasi dan khotbah dari para ulama yang semangatnya berkobar  jadi sebagai umat Islam kita tidak gentar membela agama.
Terlebih saat itu hari Jumat dan Hujan. For the first time in my life, I prayed Jumah in rainy day. Its very unforgettable moment. Syahdu banget sholatnya. Bayangin setiap sujud di tanah Monas dengan guyuran air hujan berasa setiap doa yang kita panjatkan ke langit langsung di dengar oleh Allah. Melalui hujan yang turun juga, berasa Allah dan penduduk langit memberikan kami suntikan semangat dan rahmat. Hati berasa damai dan tentram, baju yang basah pun, tidak terasa dingin atau menggigil. I feel blessed in that day. What a wonderful Jumuah.
Membela Alquran sebagai pedoman hidup dan tuntunan bagi umat Islam yang dilecehkan oleh seorang yang bukan Islam, dan dipastikan ia bahkan mungkin belum selesai membaca Alquran hingga akhir, merupakan suatu kebanggan tersendiri. Dalam aksi, kami juga belajar bahwa Islam itu cinta damai cinta kebersihan , cinta sesama umat, cinta kebaikan, dan selalu memaafkan. Bangga sebagai Alumni 212 yang di kenang sebagai "Pembela Agama".
Pict source : 212thepoweroflove.com

Bicara tentang film, yang baruu aja ku tonton, dalam film enggak hanya fokus pada Aksi 212nya aja sih, tapi ada cerita tentang keluarga antara anak dan ayah. Selain itu pemikiran tentang agama Islam dari berbagai perspektif orang juga dijabarkan. Very good and recommended movie for all of you. 
.
Namun, ada yang aku pikirkan selama berjalannya film ini, khususnya saat adegan antara ayah yang berbicara pada anaknya tentang cinta pada Agama. Aku sebagai alumni 212 yang dikenang sebagai Pembela Agama, apakah benar aku seorang muslim yang baik dan the real "pembela agama dan Cinta Islam?" 
.
Realitanya.............
Terkadang untuk sholat aja aku masih nunda
Terkadang untuk puasa sunnah aja aku masih malas
Terkadang untuk berbagi saja aku masih pelit
Terkadang aku masih julid sama orang lain
Terkadang aku masih ghibah
Terkadang aku masih iri
Dan yang paling parah, Dalam Aksi 212, kita membela agama dan menebarkan cinta dan kasih sayang dari agama Islam sendiri.
Tapi aku, Masih sering ngegas jika ada beberapa orang yang memiliki pendapat yang bertentangan.
Ngakunya pembela agama, namun membaca Alquran saja masih berat.
Jarang sekali yang namanya Ziyadah,
Murojaah hafalan pun, hanya saat aku sedang mood.
.
Apakah benar aku seorang pembela agama yang Cinta Kedamaian dan Menegakkan Agama Islam ? 
atau Justru aku sendiri yang meninggalkan agamaku? 
Mengacuhkan Tuhanku? 
Mengabaikan Saudaraku?
.
Atau hanya mantan saja
.
Duh............. (kaca mana kaca?)
.
Semoga Allah tetapkan hati kita semua pada Iman.

.
Semoga setelah ini, hati dan jiwaku benar-benar Allah gerakkan untuk jadi The Real "Pembela Islam".
#JourneyFromJOCIS #CurhatFromJOCIS #SharingFromJOCIS #OpiniFromJOCIS

Wednesday, April 25, 2018

Grand Opening


Assalamualaikum
Apakabar teman-teman? 
Gapapa deh mau ada yang baca atau enggak aku harus tetap mengucap salam biar dapat pahala dan yang pasti harus lanjut ngeblog.
Jadi, semenjak tumblr di banned di Indonesia karena mengandung konten porno beralihlah aku pada blogspot. 
Sempet KZL BAT sih. Sebenernya engga cuma tumblr aja yang mengandung konten porno, banyak website-website lain yang juga mengandung konten porno. Kalau misalnya kita searching 'porno' aja di google pasti banyak deh blog-blog atau website aneh bermunculan.
Dari tumblr aku bisa 'kenal' abang-abang dan kakak-kakak kece, misalnya: bang Faldo Maldini, Azhar Nurun Ala, Kurniawan Gunadi, dll. Isi dari setiap postingannya bikin merinding dan bikin gatel untuk pengin ngeposting hal baik juga di blog.
Tapi yaudahlahya kan ada pepatah "Banyak Jalan Menuju Roma" artinya kalau satu pintu tertutup pasti masih ada pintu lain. Kayak masuk surga, ada beberapa pintu yang bisa dilalui oleh wanita sholihah. Kayak pintu rezeki yang Allah bilang itu ada 10 dan 9 diantaranya dengan berdagang. Nah, hal ini juga berlaku untuk blogger, meskipun satu portal ditutup macam tumblr, masih ada portal lainnya sebagai sarana untuk nulis kayak blogspot, wordpress, wixsite, dan lain-lain.
Nah, makanya dengan membuat blog baru melalui blogspot, hal ini akan menjadi harapan baru dari seorang "Evi Hidayani Nur Islami" (lebay amat) untuk makin produktif dan makin semangat untuk JOCIS hal-hal baik. Nama domain dari blog ini kubuat sama kayak alamat domain tumblr, maaf ya aku emang gitu susah moveon (apadeh).
Namun, diantara ke-KZL BAT gara-gara tumblr di banned, ada hikmah yang bisa aku petik. Bahwa, segala macam postingan alayku semasa dahulu tidak bisa dibuka lagi, jadi mulai sekarang aku akan posting yang baik-baik (insha Allah) dan bermanfaat buat diriku sendiri dan juga buat yang buka blog ini secara tidak sengaja maupun sengaja.
Yaudahlahya pembukaannya segitu aja.
So, enjoy my JOCIS friends. If you have any critics, advices or comments feel free to contact me yaaw.
Thankyou so much
Wassalamualaikum

#JourneyfromJOCIS #CurhatfromJOCIS