Alhamdulillah, mau cerita nih,
.
Dari awal poster film 212 rilis, aku udah bertekad pengin banget dikasih kesempatan untuk bisa nonton gala premiernya. Pengiiiin banget, bahkan jika saat itu aku udah dapet kerja ku ingin ijin dan ngerayu-rayu Kak Ros my lovely pemred biar ditugasin liputan. Meskipun ada secuil modusisasi pengin ketemu Meyda Sefira dan Hamasahid. Finally, I got the chance and she sent me to the Gala Premier.
-
-
Kenapa sih Evi getol pengin nonton?
Karena sebagai alumni 212 (sombong. Wkakakakak) aku penasaran banget gimana peristiwa aksi yang didasari oleh penistaan agama, sehingga menyebabkan 2 juta orang Indonesia turun ke Monas kalau dijadiin film.
Beneran deh, waktu ikut aksi berasa Jakarta dan Lapangan Monas itu mendadak sempit coy, karena isinya lautan manusia. Pengin lewat aja susah, mau ke toilet antri, kalo udah ngetek tempat dan ditinggal sebentar, dijamin tempat tadi udah ditempatin orang lain. Epic cuy. Apalagi pada saat orasi dan khotbah dari para ulama yang semangatnya berkobar jadi sebagai umat Islam kita tidak gentar membela agama.
Terlebih saat itu hari Jumat dan Hujan. For the first time in my life, I prayed Jumah in rainy day. Its very unforgettable moment. Syahdu banget sholatnya. Bayangin setiap sujud di tanah Monas dengan guyuran air hujan berasa setiap doa yang kita panjatkan ke langit langsung di dengar oleh Allah. Melalui hujan yang turun juga, berasa Allah dan penduduk langit memberikan kami suntikan semangat dan rahmat. Hati berasa damai dan tentram, baju yang basah pun, tidak terasa dingin atau menggigil. I feel blessed in that day. What a wonderful Jumuah.
Beneran deh, waktu ikut aksi berasa Jakarta dan Lapangan Monas itu mendadak sempit coy, karena isinya lautan manusia. Pengin lewat aja susah, mau ke toilet antri, kalo udah ngetek tempat dan ditinggal sebentar, dijamin tempat tadi udah ditempatin orang lain. Epic cuy. Apalagi pada saat orasi dan khotbah dari para ulama yang semangatnya berkobar jadi sebagai umat Islam kita tidak gentar membela agama.
Terlebih saat itu hari Jumat dan Hujan. For the first time in my life, I prayed Jumah in rainy day. Its very unforgettable moment. Syahdu banget sholatnya. Bayangin setiap sujud di tanah Monas dengan guyuran air hujan berasa setiap doa yang kita panjatkan ke langit langsung di dengar oleh Allah. Melalui hujan yang turun juga, berasa Allah dan penduduk langit memberikan kami suntikan semangat dan rahmat. Hati berasa damai dan tentram, baju yang basah pun, tidak terasa dingin atau menggigil. I feel blessed in that day. What a wonderful Jumuah.
Membela Alquran sebagai pedoman hidup dan tuntunan bagi umat Islam yang dilecehkan oleh seorang yang bukan Islam, dan dipastikan ia bahkan mungkin belum selesai membaca Alquran hingga akhir, merupakan suatu kebanggan tersendiri. Dalam aksi, kami juga belajar bahwa Islam itu cinta damai cinta kebersihan , cinta sesama umat, cinta kebaikan, dan selalu memaafkan. Bangga sebagai Alumni 212 yang di kenang sebagai "Pembela Agama".
Pict source : 212thepoweroflove.com
Bicara tentang film, yang baruu aja ku tonton, dalam film enggak hanya fokus pada Aksi 212nya aja sih, tapi ada cerita tentang keluarga antara anak dan ayah. Selain itu pemikiran tentang agama Islam dari berbagai perspektif orang juga dijabarkan. Very good and recommended movie for all of you.
.
Namun, ada yang aku pikirkan selama berjalannya film ini, khususnya saat adegan antara ayah yang berbicara pada anaknya tentang cinta pada Agama. Aku sebagai alumni 212 yang dikenang sebagai Pembela Agama, apakah benar aku seorang muslim yang baik dan the real "pembela agama dan Cinta Islam?"
.
Realitanya.............
Terkadang untuk sholat aja aku masih nunda
Terkadang untuk puasa sunnah aja aku masih malas
Terkadang untuk berbagi saja aku masih pelit
Terkadang aku masih julid sama orang lain
Terkadang aku masih ghibah
Terkadang aku masih iri
Dan yang paling parah, Dalam Aksi 212, kita membela agama dan menebarkan cinta dan kasih sayang dari agama Islam sendiri.
Tapi aku, Masih sering ngegas jika ada beberapa orang yang memiliki pendapat yang bertentangan.
Tapi aku, Masih sering ngegas jika ada beberapa orang yang memiliki pendapat yang bertentangan.
Ngakunya pembela agama, namun membaca Alquran saja masih berat.
Jarang sekali yang namanya Ziyadah,
Murojaah hafalan pun, hanya saat aku sedang mood.
Jarang sekali yang namanya Ziyadah,
Murojaah hafalan pun, hanya saat aku sedang mood.
.
Apakah benar aku seorang pembela agama yang Cinta Kedamaian dan Menegakkan Agama Islam ?
atau Justru aku sendiri yang meninggalkan agamaku?
Mengacuhkan Tuhanku?
Mengabaikan Saudaraku?
.
Atau hanya mantan saja
.
Apakah benar aku seorang pembela agama yang Cinta Kedamaian dan Menegakkan Agama Islam ?
atau Justru aku sendiri yang meninggalkan agamaku?
Mengacuhkan Tuhanku?
Mengabaikan Saudaraku?
.
Atau hanya mantan saja
.
Duh............. (kaca mana kaca?)
.
Semoga Allah tetapkan hati kita semua pada Iman.
Semoga Allah tetapkan hati kita semua pada Iman.
.
Semoga setelah ini, hati dan jiwaku benar-benar Allah gerakkan untuk jadi The Real "Pembela Islam".
#JourneyFromJOCIS #CurhatFromJOCIS #SharingFromJOCIS #OpiniFromJOCIS

No comments:
Post a Comment