Wednesday, May 23, 2018

Belajar dari Mba Kia

Alhamdulillah memasuki puasa yang ke seminggu.
.
Mau cerita, jadi tadi sore aku datang ke masjid legendaris di Jakarta. Siapa sih yang ga kenal Masjid Sunda Kelapa? Naah di Masjid Sunda Kelapa ada acara 'Wardah Pop Up Kitchen, senyum kebaikan' dengan bintang tamunya Mba Zaskia Sungkar. Meskipun ketemu doi cuma sekejapan mata doang. Tapi dari doi dapet banyak pelajaran. Ya you know lah doi sedang dalam proses hijrah, dimana dengan hijrahnya doi menginspirasi banyak orang termasuk aku sendiri.
.
Ada satu waktu doi ditanya tentang kenapa bisa hijrah, lalu doi menjawab bahwa datangnya niat hijrah karena doa yang doi panjatkan kepada Allah kalau doi ingin dilembutkan hatinya. Memang bener sih, jika kita berdoa pada Allah ingin didekatkan pada Allah dan mengharapkan ridhoNya untuk mengharapkan akhirat maka akan Allah kabulkan. Allah sangat menyukai hambaNya yang selalu ingin mendekat dan ingat kepadaNya. Mba Kia juga bilang panjatkan doa dan berharaplah pada Allah.
MANTAP DJIWA!


Mba Kia di Pop Up Kitchen
.
Pelajaran dari Mba Kia sore tadi juga matching banget sama postingan aku yang kemarin. Tentang potequenya hati karena gabisa ketemu Mas Thaha. Doaku kepada Allah emang duniawi abis, cuma minta Mas Thaha ke Jakarta atau Bekasi. Iyasih, doaku terkabul dengan doi dateng ke Jakarta, tapi doi gabisa kejangkau. 
.
Pelajaran dari Mba Kia juga pas sama isi ceramah Ustad di Musholla pas tarawih tadi. Intinya adalah Allah bakalan kabulin semua doa baik hambaNya dengan cara yang tepat dan dalam waktu yang ga disangka-sangka. Cara Allah memgabulkan doa setiap hambaNya itu unik dan bikin jatuh cinta. Pernah deh suatu kali, pas lagi interview aku berdoa sama Allah agar aku dipanggil duluan agar pas selesai interview masih bisa sholat ashar di awal waktu. Karena, sekali interview itu enam orang dan lama banget, empat puluh menit ada kali. Saat itu waktu udah nunjukkin jam tiga pas. Deg-degan lah hati princess ini (hahaha geli amat yak?) jangan sampai sholatnya telat (aku selalu gini nih kalo interview, sadar diri. Giliran udah dirumah kebanyakan khilaf. Suka nunda-nunda sholat. Apa aku Interview aja ya tiap saat agar sholatnya selalu ontime (?)). Alhamdulillah, ronde kedua aku yang dipanggil untuk interview dan selesainya pas banget jam 4 kurang lima belas.
.
Jadi nyesel, selama ini kalau berdoa kadang-kadang setengah setengah. Dan asal temen-teman tau ya isi doaku only seputar duniawi aja, ada sih akhiratnya tapi secuil doang. Boro-boro tentang perbaikan hati dan jiwa. Isinya minta rejeki mulu seakan-akan aku selalu tidak merasa cukup dengan rejeki yang Allah berikan. Bahkan, aku jarang mengucapkan syukur dalam doa.
Duuh, hamba macam apa ini.
.
Ternyata berdoa itu ada adabnya, beberapa adab berdoa yiatu : 
1. Mengucapkan syukur dahulu, 
2. Mohon Ampun atas dosa,
3. Memuji Allah dahulu, dan 
4. Memanjatkan doanya dengan segenap jiwa dan raga. 
.
Doa juga akan mustajab jika dipanjatkan pada waktu-waktu  khusus yaitu di sepertiga malam, waktu buka puasa, sehabis sholat, waktu hujan turun (ya Allah padahal kalo hujan turun kadang ga sengaja nyeplos ' yah ujan', 'yah cucian gimana', 'yah basah deh'), diantara azan dan iqamah, hari Jumat setelah shalat ashar hingga adzan magrib.
.
Ayok semangat berdoa dan berharap pada Allah.
.
Satu lagi, Mba Kia bilang kebaikan yang datang padanya itu salah satu faktor utamanya adalah dari doa-doa yang doi panjatkan maupun doa-doa kebaikan dari orang-orang kepadanya.
.
Kabulkan Impian dengan usaha dan doa positif. Gitu kata Mba Kia.
.

#SharingFromJOCIS #CurhatFromJOCIS

No comments:

Post a Comment